Dreams are renewable. No matter what our age or condition, there are still untapped possibilities within us and new beauty waiting to be born.

-Dale Turner-

Senin, 23 Agustus 2010

10 Alasan Bagus Untuk Berhenti Merasa Terluka

Apakah tiap orang dari kalian2 pernah terluka...?
Karena perilaku seseorang yang dekat dengan kita? Karena tidak ikut diajak ke suatu acara? Karena komentar tidak senonoh yang dilemparkan pada kita? Karena niat baik kita atau perbuatan baik kita yang ternyata dibalas dengan perbuatan tidak menyenangkan?
Atau yg paling sering...
Karena kehilangan orang yg kita sayang...

Kadang-kadang kita tidak bisa menghindari rasa sakit atau terluka. Karena sepertinya itu di luar kendali kita karena perasaan itu tiba-tiba muncul tanpa peringatan.

Seringkali terlalu terlambat untuk menghentikannya. Karena perasaan itu telah berhasil mempengaruhi perasaan kita.

Bagaimanapun juga yang bisa kita lakukan adalah untuk tidak terlalu membiarkannya masuk terlalu dalam. Lebih baik kita tidak memutar ulang terus-menerus kejadian yang membuat kita sakit dan membiarkan diri kita terluka lagi dan lagi. Lebih baik kita tidak membiarkannya tinggal dan mengakar. Biarkan perasaan itu bebas. Biarkan perasaan sakit itu pergi...

Mengapa kita harus berhenti merasa sakit atau terluka dan membiarkannya pergi? Well , ada 10 alasan bagus untuk itu:

1. Kita menyakiti diri sendiri. Kita merasakan nyeri. Sakit. Kita merasa sengsara. Kita merasa tertekan.
2. Tubuh kita menerima pukulan. Sistem kekebalan tubuh kita melemah dan kesehatan kita menurun.
3. Kita menghambur-hamburkan kekuatan kita pada seseorang yang telahmenyakiti kita. Mengapa kita membiarkan ini terjadi ketika sebenarnya tidak ada orang yang benar-benar bisa menyakiti kita tanpa permisi.
4. Kita sedang membangun energi negatif. Semakin kita berlarut-larut pada masalah ini, semakin kita membuang-buang waktu yang berharga yang sebenarnya bisa digunakan lebih produktif.
5. Kita memancarkan energi negatif terhadap orang yang telah menyakiti kita. Ketika memancarkan segala hal yang negatif, kita akan menerima segala hal yang negatif pula.
6. Ketika kita berhenti melakukannya, kita memiliki kendali. Kekuatan mental kita menguat, dan rasa percaya diri kita melonjak kembali.
7. Ketika kita berhenti melakukannya, kita membebaskan diri daripengaruh-pengaruh eksternal dan kita dapat hidup bahagia seperti yang kita inginkan.
8. Ketika kita berhenti melakukannya, kita tidak lagi terjebak di masa lalu. Kita telah melampaui masa lalu dan sedang bergerak ke arah kemungkinan-kemungkinan yang lebih besar.
9. Ketika kita berhenti melakukannya, kita merasa jauh lebih baik dan dunia di sekitar kita pun menjadi cerah
10. The last but not least: Karena kita punya Tuhan. Tempat bersandar paling nyaman dan tempat berpegangan paling kokoh. Dia yang selalu ada untuk kita. Jika kita berpegang pada manusia, kadang kita akan merasa kecewa. Karena manusia memang pada dasarnya tidak konsisten.Bisa berubah sewaktu-waktu. Sedangkan Dia Yang Maha Esa, akan selalu ada untuk kita.

Jadi, kenapa kita ngga berhenti aja merasa terluka kalau kita tidak akan rugi apa-apa dan malah banyak untungnya buat kita? :)

0 komentar:

Poskan Komentar